

Coba pejamkan mata Anda sejenak, dan bayangkan... seumur hidup, Anda belum pernah sekalipun merasakan nikmatnya menghirup udara dengan lega.
Bagi kita, bernapas adalah hal biasa yang sering luput disyukuri. Namun bagi Muhammad Sis, bayi mungil yang baru menginjak usia sembilan bulan, setiap tarikan napas adalah sebuah pertarungan hidup dan mati yang menyayat hati. Sejak tangis pertamanya pecah di dunia, sebuah vonis berat telah menanti: jantung kecilnya bocor.
Di saat bayi-bayi lain seusianya mulai berceloteh riang dan merangkak ke sana kemari, Sis hanya bisa terbaring lemah. Di dalam petak rumah mereka yang sempit, pengap, dan jauh dari kata layak, dada kecilnya harus naik turun dengan cepat dan berat. Ia berjuang mati-matian menahan sesak yang seolah tak pernah berujung. Terkadang tangisnya pecah dengan suara parau—bukan karena manja, melainkan karena rasa sakit yang belum mampu ia utarakan.
Di sudut ruangan, sang ayah sering kali hanya bisa tertunduk, diam-diam menyapu air mata yang jatuh. Ia hanyalah seorang pekerja serabutan. Setiap hari ia memeras keringat, berjalan tak tentu arah menanti pekerjaan yang tak pasti datangnya. Upah remah yang ia bawa pulang seringkali tak cukup untuk mengisi perut hari itu, apalagi untuk menutupi biaya operasi jantung yang angkanya terasa mustahil bagi mereka.
"Tuhan, mungkinkah anakku bisa bernapas tanpa harus merasa kesakitan?" bisik sang ayah dalam doanya yang paling putus asa.
Keluarga kecil ini seakan terjebak dalam lorong gelap tanpa ujung. Namun, harapan belum sepenuhnya padam. Muhammad Sis memiliki semangat hidup yang luar biasa. Ia ingin sembuh. Ia ingin tumbuh besar dan berlari tanpa harus tersengal kehabisan napas.

Orang baik, jangan biarkan napas kecil yang berharga ini perlahan meredup hanya karena ketiadaan biaya. Muhammad Sis sangat membutuhkan keajaiban dari tangan-tangan tulus kita semua.
Mari satukan hati, sisihkan sedikit rezeki melalui donasi terbaik Anda. Berapa pun bantuan yang Anda berikan, itu bukanlah sekadar nominal uang, melainkan sebuah "napas baru" dan kesempatan hidup yang kedua bagi Muhammad Sis.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik