ImageTambal Ban Sepi, Beras Kami Menipis
Image

Tambal Ban Sepi, Beras Kami Menipis

Rp 0 terkumpul dari Rp 50.000.000
0 Donasi 2 bulan, 0 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Perkenalkan, saya Muhammad Rizaldi. Saya adalah anak tunggal dari Bapak Riduansyah dan Ibu Zaliha. Melalui halaman ini, saya ingin sedikit berbagi cerita tentang perjuangan keluarga kecil kami saat ini.

Sejak beberapa tahun lalu, kondisi fisik ayah saya terus menurun. Kini beliau sudah tidak bisa lagi berjalan dan hanya menghabiskan waktunya dengan berbaring atau duduk di kursi. Segala aktivitas harian ayah, mulai dari makan hingga kebersihan diri, harus dibantu sepenuhnya.

Dulu, ibu yang selalu menemani dan membantu saya merawat ayah. Namun, ujian kembali datang menghampiri keluarga kami. Pada akhir Maret 2026 lalu, ibu tertimpa musibah. Beliau tiba-tiba mengalami masalah pada punggungnya yang membuat beliau kesulitan bergerak.

Keesokan harinya, saat hendak mengisi termos, ibu mengalami kecelakaan tersiram air panas mendidih di bagian perutnya. Keterbatasan biaya membuat kami kesulitan memberikan penanganan maksimal sejak awal. Alhamdulillah, banyak orang baik yang sempat menolong perawatan luka ibu, namun hingga detik ini luka tersebut masih membutuhkan perawatan rutin dan kini ibu pun hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur bersama ayah.

Sebagai anak tunggal, semua tanggung jawab kini ada di pundak saya.

Setiap hari, dari pagi hingga malam, waktu saya dedikasikan penuh untuk kedua orang tua saya. Saya yang menyuapi mereka makan, mencuci pakaian, membersihkan rumah, hingga memastikan mereka bisa tidur dengan nyaman pada malam harinya.

Kondisi ini membawa dampak besar bagi perekonomian kami. Sebelum ibu jatuh sakit, saya bekerja di luar sebagai kuli bangunan untuk mencari nafkah. Namun sekarang, saya terpaksa harus berhenti bekerja sebagai kuli karena ayah dan ibu tidak mungkin ditinggalkan sendirian di rumah tanpa ada yang merawat.

Agar tetap bisa mencari nafkah sambil menjaga ayah dan ibu, saya mencoba membuka jasa tambal ban kecil-kecilan di depan rumah. Sayangnya, penghasilan dari tambal ban ini masih jauh dari kata cukup. Pelanggannya masih sangat sepi. Kadang-kadang, dalam seminggu hanya ada 1 atau 2 orang saja yang menambal ban.

Penghasilan yang sangat tidak menentu ini membuat saya kebingungan bagaimana cara memenuhi kebutuhan makan sehari-hari keluarga kami. Oleh karena itu, saya memberanikan diri menggalang dana ini untuk memohon bantuan biaya hidup harian.

Bantuan dari teman-teman akan sangat berarti untuk memastikan kami bisa makan, membeli sembako, dan memenuhi kebutuhan dasar ayah dan ibu di rumah. Saya sangat berterima kasih jika teman-teman berkenan menyisihkan sedikit rezekinya untuk membantu kami bertahan di tengah ujian ini.

Doa dan dukungan teman-teman adalah penguat bagi saya untuk terus berbakti kepada kedua orang tua saya. Terima kasih banyak, #SobatKebaikan. Semoga kebaikan Anda dibalas dengan keberkahan yang berlipat ganda.

Baca selengkapnya ▾

  • August, 12 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close