
Desa Sungai Bulan, namanya yang menenangkan seperti cahaya bulan di malam hari, nyatanya menyimpan harapan besar di hati penduduknya. Masyarakat desa ini merindukan kehadiran sebuah masjid, tempat mereka bisa beribadah dengan khusyuk dan merasakan nikmatnya bersujud di rumah Allah yang mereka impikan.

Saat ini, mereka beribadah di sebuah bangunan sederhana yang terbuat dari kayu bekas sebuah rumah di dusun lain.
Rumah kayu itu mereka dapatkan sebagai hibah, dan semangat gotong royong, warga membongkar rumah tersebut, mengangkut materialnya melintasi jarak berkilo-kilometer, dan membangunnya kembali di desa mereka sebagai tempat ibadah.

Bangunan yang mereka dirikan lebih menyerupai rumah daripada surau, karena material yang digunakan berasal dari bekas rumah.
Namun, dengan niat tulus dan keinginan yang kuat, surau tersebut akhirnya berdiri dan diberi nama Al-Ikhlas. Nama yang dipilih untuk menggambarkan ketulusan hati setiap warga dalam beribadah dan membangun tempat suci yang mereka idamkan, meskipun kondisinya sederhana dan atapnya hanya dilapisi terpal agar tidak bocor.

Untuk menuju masjid terdekat, warga juga harus menempuh jarak yang cukup jauh ke desa lain, melewati hutan perkebunan sawit, serta melintasi jalan setapak.
Sungguh berat perjuangan warga untuk memiliki masjid yang layak. Besar harapan mereka memiliki masjid sebagai berkumpulnya para Muslimin dan Muslimah bisa berjamaah, mengaji, serta silaturahmi.

Para warga hanya bisa mendoakan, semoga ada hati yang terketuk, yang mau membantu mereka membangun masjid satu-satunya di Desa Sungai Bulan.
![]()
Belum ada Fundraiser